Memahami Haji, wakaf

Assalamu’alaikum Wr Wb...
Nama                     : Syilffa zhen
Kelas                      : X-MIA 5
No Absen               : 31
Asal Sekolah          : SMAN 1 KAB TANGERANG
Mapel                     : PAI
Guru Pembimbing : Rizka Susilawati M.pd
Hari & Tanggal      : Selasa,16 Maret 2020

Halo apa kabar? Semoga sehat selalu ya. Wah, akhirnya aku bisa ngeblog lagi nih.

Diblog kali ini aku akan menjelaskan tentang “HAJI & WAKAF” Yuk, baca dengan teliti!

A.     Memahami Makna Haji, Wakaf
1.      Haji

a.      Pengertian Haji
 Kata haji berasal dari bahasa Arab yang artinya menyengaja atau menuju. Maksudnya adalah sengaja mengunjungi Baitullah (Ka’bah) di Mekah untuk melakukan ibadah kepada Allah Swt. pada waktu tertentu dan dengan cara tertentu secara tertib.
 Menurut istilah, haji adalah sengaja mengunjungi Ka’bah dengan niat beribadah pada waktu tertentu dengan syarat-syarat dan dengan cara-cara tertentu pula.

b.      Hukum Haji
Hukum melaksanakan ibadah haji adalah wajib bagi yang mampu melaksanakannya, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Ali Imran ayat 97. Allah Swt. berfirman :



Artinya : “Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (diantaranya) maqam Ibrahim; Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (Q.S. Ali Imran/3:97)

c.       Syarat dan Rukun Haji
Syarat haji terbagi ke dalam dua bagian, yaitu syarat wajib haji dan syarat sah haji.
 # Syarat wajib haji :
1. Islam
2. Berakal (tidak gila)
3. Baligh
4. Ada muhrimnya
5. Mampu dalam segala hal (misalnya dalam hal biaya, kesehatan, keamanan, dan nafkah bagi keluarga yang ditinggalkan)
 # Syarat sah haji :
1. Islam
2. Baligh
3. Berakal
4. Merdeka
 # Rukun haji :
1. Ihram   : Berniat mengerjakan ibadah haji
2. Wukuf  : Berdiam diri dipadang Arafat dari tanggal 9 dzulhijjah sampai terbenam matahari
3. Thawaf : Berputar mengelilingi ka’bah secara berlawanan dengan arah jarum jam

•Syarat sah Thawaf
1.   Niat
2.   Menutup aurat
3.   Suci dari hadas
4.   Dilakukan sebanyak tujuh kali putaran
5.   Dimulai dan diakhiri di Hajar Aswad
6.   Posisi Ka’bah disebelah kiri orang yang berthawaf

4.  Sa’i : Berlari-lari kecil antara bukit shofa dan bukit marwah sebanyak 7 kali.

•Syarat sah sa’i
Dilakukan sebanyak tujuh kali putaran (berawal di bukit Shafa dan berakhir di bukit Marwah)
Dilakukan setelah thawaf ifadhah atau setelah thawaf qudum.
Menjalani secara sempurna jarak Shofa - Marwah dan Marwah – Shofa
Dilakukan ditempat sa’i

5. Tahallul : Mencukur atau memotong rambut kepala sebagian.
6. Tertib      : Berurutan dalam pelaksanaan mulai ihram hingga tahallul.

# Jenis jenis haji :
1. Haji Tamattu : Umrah dulu baru haji
2. Haji Ifrad       : Hanya haji
3. Haji Qiran      : Melaksanakan keduanya
# Keutamaan haji :
Haji merupakan amal paling utama
Haji merupakan jihad
Haji menghapus dosa
Pahala ibadah haji adalah surga

2.     Wakaf
a.      Pengertian Wakaf
Wakaf adalah penahanan harta milik seseorang kepada orang lain atau kepada lembaga dengan cara menyerahkan benda yang bersifat kekal kepada masyarakat untuk diambil manfaatnya.

b.      Hukum Wakaf
Wakaf hukumnya sunnah. Namun, bagi pemberi wakaf (wakif) merupakan amaliah sunnah yang sangat besar manfaatnya. Karena bagi wakif merupakan sadaqah jariyah.
Beberapa dalil tentang ibadah wakaf diantaranya sebagai berikut.
1)      Q.S. Ali ‘Imran/3:92



Artinya : “Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apapun yang kamu infakkan, tentang hal itu sungguh, Allah Swt. Maha Mengetahui.” (Q.S. Ali ‘Imran/3:92)

c.       Rukun dan Syarat Wakaf

1. Orang yang berwakaf (al-wakif)
2. Benda yang diwakafkan (al-mauquf)
3. Orang yang menerima manfaat wakaf (almauquf’alaihi)

d.      Lafadz atau Ikrar Wakaf (Sighat)

Ucapan ikrar wakaf harus mengandung kata-kata yang menunjukkan kekalnya (ta’bid), tidak sah wakaf jika ucapannya dengan batas waktu tertentu
Ucapan ikrar wakaf dapat direalisasikan segera (tanjiz), tanpa disangkutkan, atau digantungkan kepada syarat tertentu
Ucapan ikrar wakaf bersifat pasti
Ucapan ikrar wakaf tidak diikuti oleh syarat yang membatalkan

e.      Hikmah dan Keutamaan Wakaf
 Keutamaan wakaf bahwa ia akan dicatat dan dihitung sebagai amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir meskipun orang yang mewakafkannya meninggal dunia.

f.        Harta Wakaf dan Pemanfaatan Wakaf
Wakaf benda tidak bergerak
Wakaf benda bergerak

g.      Prinsip-prinsip Pengelolaan Wakaf
1.      Seluruh harta benda wakaf harus diterima sebagai sumbangan dari wakif dengan status wakaf sesuai dengan syariah.
2.      Wakaf dilakukan tanpa batas waktu.
3.      Wakaf  mempunyai kebebasan memilih tujuan sebagaimana yang diperkenankan oleh syariah.
4.      Jumlah harta wakaf tetap utuh dan hanya keuntungan saja yang akan dibelanjakan untuk tujuan-tujuan yang telah ditentukan oleh wakif.
5.      Wakif dapat meminta keseluruhan keuntungannya untuk tujuan-tujuan yang telah ditentukan.


Kesimpulan

Dari pembahasan di atas dapat kita ketahui bahwa haji merupakan suatu kegiatan rohani yang di dalamnya terdapat pengorbanan, ucapan rasa syukur, berbuat kebajikan dengan kerendahan hati, melaksanakan perintah Allah swt serta mewujudkan pertemuan besar dengan umat islam lainnya diseluruh dunia. Dan Wakaf adalah menahan benda suatu yang kekal zatnya, dapat diambil manfaatnya tanpa mengurangi ataupun menghilangkan kekekalan dari zat tersebut.



  Wassalamualaikum wr wb...🦋☺️❤️❤️❤️



Komentar

  1. Sangat bermanfaat bagi yang belum tau

    BalasHapus
  2. mo nanya, kita bole kaga si mengganti dan menjual barang wakaf ?

    BalasHapus
  3. Mudah2an bisa berkunjung ke mekah
    Aamiin

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. terimakasih ilmu nya, sangat bermanfaat

    BalasHapus

Posting Komentar